I Carry Your Heart With Me

i carry your heart with me(i carry it in
my heart)i am never without it(anywhere

i go you go,my dear; and whatever is done

by only me is your doing,my darling)

i fear

no fate(for you are my fate,my sweet)i want

no world(for beautiful you are my world,my true)

and it’s you are whatever a moon has always meant

and whatever a sun will always sing is you
here is the deepest secret nobody knows

(here is the root of the root and the bud of the bud

and the sky of the sky of a tree called life;which grows

higher than the soul can hope or mind can hide)

and this is the wonder that’s keeping the stars apart
i carry your heart(i carry it in my heart)
-E. E. Cummings

One Art

The art of losing isn’t hard to master;

so many things seem filled with the intent

to be lost that their loss is no disaster.
Lose something every day. Accept the fluster

of lost door keys, the hour badly spent.

The art of losing isn’t hard to master.
Then practice losing farther, losing faster:

places, and names, and where it was you meant to travel.

None of these will bring disaster.
I lost my mother’s watch. And look! my last, or

next-to-last, of three loved houses went.

The art of losing isn’t hard to master.
I lost two cities, lovely ones. And, vaster,

some realms I owned, two rivers, a continent.

I miss them, but it wasn’t a disaster.
–Even losing you (the joking voice, a gesture

I love) I shan’t have lied. It’s evident

the art of losing’s not too hard to master

though it may look like (Write it!) like disaster.

-Elizabeth Bishop

A blessing in disguise

Blog ini di tulis bertepatan dengan hari pemilihan gubernur DKI Jakarta putaran kedua.

Dan sekarang sedang hujan dan hasil quick count dari 3 lembaga survei menunjukkan bahwa Anies Sandi unggul sementara Ahok Djarot masih diposisi 40%.

Mungkin ini menjadi Pilkada yang akan selalu diingat warga DKI dan bahkan seluruh Indonesia.

Pengumuman dari pihak KPU belum keluar tapi semuanya sudah jelas. Yg akan memimpin Jakarta 5 tahun ke depan adalah Anies dan Sandi. 

Ya,  itu adalah kenyataan yg menyedihkan krna harus menyerahkan Jakarta kepada mereka. Sungguh aku sangat tidak mempercayai mereka.

Beberapa waktu lalu aku sempat iseng mengikuti pertemuan GB DKI menggantikan tanteku dan aku mengetahui banyak fakta mengenai bagaimana Anies ketika menjabat sebagai mendikbud. Tapi aku tidak akan mengatakan hal itu. Yang jelas dia tidak bisa dipercaya. 

Begitu juga dengan sandi yang namanya tertera dalam skandal pajak Panama Papers. Bagaimana nantinya dia meminta para wajib pajak untuk mentaati pajak sementara dirinya menghindar itu? Haha lucu bukan? 

Menurutku mereka berdua tidak bisa dipercaya. Terserah jika ada yang tidak menyukai hal itu.

Dan mengenai Ahok. Ya, dia orang baik. Aku sama sekali tidak mengenalnya. Tapi semua bisa melihatnya dari cara berbicara dia yang tidak mengada-ada dan apa adanya. Dia tidak haus kekuasaan atau haus uang rakyat. Kurasa masyarakat Jakarta sudah kehilangan sosok yang sangat berharga.

Kenapa dia dibenci? Banyak orang yang menciptakan alasan tapi faktanya hanya satu. Mereka membenci Ahok karna di Kristen dan keturunan tionghoa. That’s it. Dan masih banyak warga Jakarta yang memiliki pemikiran yang begitu sempit. Dan banyak yang terintimidasi karna mendukung Ahok. 

Penistaan agama, demo, penolakan menyolati mayat pendukung Ahok, fitnah sembako, sumber waras, begitulah cara orang-orang itu untuk menjatuhkan orang jujur. 

Dalam dunia politik, jujur itu ditakuti dan itu adalah bencana.

Tapi, semua sudah menjadi rencana Tuhan. Aku memberi judulnya ‘a blessing in disguise’ karna, mungkin ini terlihat menyedihkan dan hal buruk tapi dibalik semua ini, Tuhan akan menunjukkan kuasanya. Dan ada yang akan kita lihat setelah hari ini. 

Bangga lah jika kau berdiri di pihak yang benar. Jika kau memilih orang itu hanya karna takut masuk neraka, Tuhan pun bisa melihat betapa egoisnya dirimu. Mungkin, siapapun gubernurnya itu tidak akan ada pengaruhnya dalam hidupmu. Tapi banyak orang diluar sana yang menjadikan sosok pemimpin sebagai harapan mereka. Kurasa Tuhan tidak akan sekejam itu menghukum kamu hanya karna kamu memilih orang yang jujur. 

Mereka berdua terpilih menjadi gubernur 5 tahun ke depan. Dan mari sama-sama menjadi saksi atas janji-janji mereka selama kampanye. Dan semoga banyak warga miskin yang bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak dengan program DP 0%.

Korean Food

Sebagai seorang pecandu K-Drama pastinya udah gak asing lagi sama yang namanya Ramyeon, Jajangmyeon, Kimbab, Tteokbokki, Kimchi, Samgyeopsal, Bibimbap dan makanan lainnya yang menggiurkan.

Scene makan di drama Korea itu adalah sesuatu yang gak bisa dihilangkan. Adegan dimana para pemeran yang lagi nongkrong sambil makan Samgyeopsal lengkap dengan soju adalah pemandangan yang tidak asing lagi.

fa24e8afe6d8aaf47b386168f83ef452

see? Liat gambarnya aja bawaannya jadi pengen makan orang <read: becanda>.

Karna faktor ngidam makanan Korea yang udah sebulan lebih ku derita, akhirnya aku dan 2 temen mutusin buat pergi ke Restoran Korea. Rencana awal kami mau makan di Mujigae tapi gak tau entah kesambet arwah apa, aku nyaranin ke buat nyobain di Daebak Fan Cafe berhubung kami belum pernah kesana. Aku juga sempat liat di website resminya dan menu mereka lumayan banyak. So, gak ada salahnya buat nyoba. Itung-itung ganti suasanalah hehe.

Dan akhirnya kami pun ke sana, tempatnya di area Ruko kalo gak salah sih 3 lantai. Jadi di lt.1-nya itu tempat masak a.k.a dapur dan lt.2 tempat makannya. Klo lt.3 gak tau deh buat apa. And namanya juga Ruko jadi tempatnya gak luas tapi lumayan nyamanlah.

Begitu masuk kami pun di sambut dengan kata-kata ‘annyeong haseyo’ dan aku sedikit kikuk karna aneh aja denger org Indo ngasih salam bahasa Korea :v Kami pun cus masuk dan pilih tempat duduk. Kita duduknya di Hongdae. Nih.

hongdae-room-daebak-fan-cafe

Jadi gitu deh dekornya. Ada foto-foto para bias dan dindingnya di hiasin juga dengan post-it para pengunjung. Btw, post-itnya gratis <sekedar info aja :v >.

Nah, kami pun mulai memesan. Aku udah tau apa yang mau aku pesen karna dari jauh-jauh hari aku udah liat menunya di website mrka. Aku pun pesen kimbab dosirak jadi dia  itu semacam lunch box. Aku mutusin buat makan kimbab aja ketimbang nasi, ntar klo misalnya aku pengen makan nasi baru deh pesen nasinya doang. Kak Helen pesen omurice dan kak Nova pesen ramen.

Beberapa menit kemudian ramen kak Nova pun datang dan disusul dengan kimbab. Aku heran soalnya yang datang cuman kimbab doang.

Aku : loh mbak, saya pesennya kimbab yg dosirak..

Si mbak : Oh, maaf mbak klo untuk yang dosirak itu khusus gathering..

Aku : wah gak tau tuh mba, tdi gak dikasih tau

Si mbak : Mohon maaf mba. Jadi bagaimana pesanannya?

Yup, akhirnya aku ganti menu. Ceritanya aku kehabisan opsi berhubung yang pengen aku makan itu yang dosirak semua T.T

Bingung sambil membolak-balik daftar menu, mataku akhirnya tertuju pada barisan paling depan dan nomor satu dengan kode merah bertuliskan RECOMMENDED. Dan akhirnya aku pun pesen Jajangmyeon karna aku juga belum pernah nyobain yang satu ini. Beberapa menit menunggu akhirnya datang juga pesenanku. Penampilannya cantik banget persis seperti yang aku liat di drama korea :

jajangmyeon-e1447380359794

Biasanya, di drama Korea kita sering liat pemainnya makan yang satu ini dengan mulut belepotan dan itu keliatannya wow banget :3

jjajangmyun1.png

Kami pun mulai makan. Aku gak sabar banget nih ceritanya hahaha. And inilah ekspresi aku pada sendokan pertama  *ups maksudnya sumpitan pertama :

rk6cddn

Aku letakkan sumpit sambil melihat sekeliling. Menerka-nerka apakah ada yang salah dengan semua ini. Kak Nova dan kak Helen bingung ngeliat ekspresi aku.

Dan hari itu aku berasa kayak lagi berdiri di puncak skyscraper dan tiba-tiba Park Shin Hye dorong aku sampe melawati kerak dan mantel hingga inti bumi.

Sumpah, aku gak tau mau gmna caranya buat menggambarkan apa yang ada dimulut aku. Yang jelas menurut aku rasanya lebih buruk dari mimpi buruk. Ya kamu kira-kira aja gimana rasanya. Terserah kalian pada mau bilang kalo aku katrok atau apalah yang jelas rasanya gak enak dan bener-bener mengecewakan.

Aku gak habis pikir dengan orang Korea yang makan Jajangmyeon dengan lahapnya. Dan aki sedikit tersadar, ya selera kita, orang asia tenggara dengan asia timur emang beda. Dan disitu aku sedikit merasa bersyukur sebagai orang Indonesia karna sejauh ini makanan Indonesia yang aku makan itu enak-enak semua haha.

Jangjangmyeon emang keliatan menggoda banget.  Perpaduan mie dengan pasta kedelai hitam. Dan rasanya dimulut aku itu kyk makan terigu yang dicampur kecap asin ๐Ÿ˜‚ 

Dari awal aku udah salah sih. Seharusnya aku lebih teliti lagi waktu liat website resminya karna disitu ditulis dosirak itu cmn khusus gathering.

Aku kecewa banget sama rasanya dan harganya. Aku juga nyicipin ramennya dan rasanya gak jauh beda sama supermie ayam bawang yang sering aku bikin di rumah. Dan lebih mengecewakannya lagi, gak ada kimchinya.  Jadi kimchinya dijual terpisah. Sementara di mujigae setiap menu pasti ada free kimchi.

Setiap tempat pasti ada plus minusnya. Dan aku harap,  daebak fc ke depannya bisa lebih baik lagi. Untuk minuman daebak fc udah oke dan mujigae kayaknya juga harus nambahin minuman yang lebih bervariasi. Tapi untuk harga dan menu mujigae luar biasalah hehe…

Well,  demikian review aku [sekaligus lampiasan kekecewaan]

Karna kecewa gak dapet kimchi gratis akhirnya aku mutusin buat belajar bikin kimchi tapi aku lagi stres nyari bubuk cabe korea ๐Ÿ˜…

Kloveyoubye ๐Ÿ™‹

What’s Left of Us – Richard Farrell

Semua orang memiliki masa yang kelam dan sisi gelap. Masa kelam dan sisi gelap itu sering kita sembunyikan. Kita tidak ingin ada orang yang tau dengan borok yang kita simpan. Keinginan untuk menceritakan semuanya pasti ada dalam benak. Tapi, apakah orang – orang akan mengerti, memaklumi dan memberi solusi? Apakah mereka justru akan berbalik menjauhi kita?

Terlahir sebagai seorang yang cacat karna ketika proses melahirkan yang keluar duluan adalah kaki bukan kepala. Melahirkan merupakan proses yang mengerikan dan penuh konsekuensi. 1 kesalahan saja bisa berakibat fatal dan mengancam masa depan.

Namanya Richard Farrell. biasa di panggil Richie. Dia terlahir dalam keadaan yang memaksakan dia untuk terus berlatih untuk berlari. Semasa kecilnya dihabiskan dengan latihan keras. Semua itu dilakukan agar dia tidak cacat dan bisa berjalan normal seperti yang lainnya. Hidup dalam keadaan keluarga yang sempurna. Kaya raya, terpandang dan tidak bercela membuat ayahnya menjadi begitu keras kepadanya. Ayahnya tidak ingin Richie menjadi suatu kekurangan untuk keluarganya.

Akhirnya Richie pun tumbuh sesuai harapan ayahnya. Dia menjadi seorang anak gereja yang gagah, atletis dan populer. Sampai suatu saat di pertandingan sepak bola kakinya patah dan harus berkali – kali di operasi. Tidak ada yang bisa memprediksi masa depan.

Kehidupan seolah jungkir balik. Richie merasa sangat bersalah karna telah mengecewakan keluarganya dan menghancurkan mimpi ayahnya. Perlakuan ayahnya yang semakin kasar membuat Richie mulai membenci ayahnya. Hingga suatu hari ayahnya terbaring dilantai dapur yang dingin sambil meregang nyawa. Ayahnya meninggal dihadapan Richie. Tapi Richie hanya terpaku menatap ayahnya yang sekarat hingga tak bernyawa. Kesedihan sama sekali tidak ada dalam matanya tapi justru kebahagian yang tertahankan. Mungkin ini terdengar gila. Anak gila mana yang tidak sedih ketika orang tuanya meninggal. Ya, orang gila itu adalah Richie. Yang ada dibenaknya saat itu adalah kebahagian karna bisa bebas dari ayahnya.

Semua kegilaan itu pun akhirnya dimulai disaat ayahnya sudah tiada.

Rasa sakit pada kakinya membuat Richie terbiasa mengonsumsi obat pereda rasa sakit. Dan hal itulah yang menghantarnya pada Heroin.

Di hari kematian ayahnya, dia menggunakan heroin untuk pertama kalinya. Dan sejak saat itu, dia mulai menjadi pecandu Heroin. Keluarga kecilnya pun hancur dan dia diusir dari rumah oleh Louise, istrinya.

Aku tak pernah membayangkan jika bertemu orang seperti Richie. Dia bahkan membakar rumahnya secara diam – diam agar mendapatkan asuransi. Selain itu, dia juga ketahuan selingkuh dan itu membuat Louise semakin membencinya. Tidak ada lagi cinta di rumah tangga mereka.

Dari seorang anak gereja, Richie berubah menjadi iblis. Heroin, hidup dengan penuh kebohongan dan perilaku seks menyimpang membuatnya jatuh semakin dalam. Pusat rehabilitasi bukanlah hal yang baru baginya.

Apakah seorang pecandu memiliki keinginan untuk berhenti? Tentu saja. Mereka sangat ingin sembuh. Hanya saja sakaw membuat mereka tidak sanggup mewujudkannya. Sembuh seakan mimpi yang tidak mungkin jadi kenyataan bagi mereka. Pendeta dan pusar rehabilitasi sama sekali tidak bisa menolong. Hingga suatu hari Richie dan ketiga teman pecandunya memutuskan untuk mengakhiri hidup mereka dengan menggunakan Heroin.

Tapi hari itu mereka selamat dan dibawa ke rumah sakit. ย Richie sadar, pasti ada alasan mengapa dia selamat dari percobaan bunuh dirinya. Setelah dirawat Richie pun langsung diseret ke pengadilan karna percobaan bunuh diri adalah tindakan yang melanggar hukum. Richie tidak ingin masuk penjara dan terpaksa memilih untuk masuk Lowell Detox, yaitu pusat rehabilitasi yang sudah berkali – kali dia masuki. Dia harus kembali ke tempat itu dan tinggal disana selama 7 hari. Richie menganggap setidaknya Lowell Detox lebih baik daripada penjara.

Richie sudah tidak asing lagi dengan tempat itu. Dia bahkan sudah hafal, apa saja yang akan dialami dan dilakukan oleh pecandu yang masuk disitu. Disitu dia bertemu dengan pecandu lainnya dengan latar belakang yang luar biasa.

Di buku ini, sang penulis berusaha menyampaikan pesan bahwa tidak ada orang yang terlahir lalu langsung menjadi jahat. Sebrengsek apapun orang tersebut, pasti ada alasan mengapa orang itu menjadi seorang brengsek. Tapi, sekali lagi, hidup adalah pilihan. Manusia diberikan kebebasan memilih apa yang ingin dia pilih dan jalan seperti apa yang ingin dia lalui. Untuk itu, kita tidak bisa menyalahkan sepenuhnya terhadap orang lain tentang apa yang sudah kita alami. Karna sebenarnya kita juga memegang kendali atas hidup kita. Tuhan tidak merampas hak kita jadi berhentilah menyalahkan Tuhan atas apa yang terjadi pada hidup kita.

Buku ini benar – benar memberitahukan betapa tidak bermoralnya seorang Richie ini. Sewaktu kecil dia sering mendapat pelecehan seksual dari bibinya dan dia begitu malu untuk menceritakan itu. Dan masih banyak hal gila lainnya.

Setelah membaca buku ini, aku diperkenalkan dengan berbagai karakter dan latar belakang yang tragis. Buku ini merupakan kisah nyata. Menceritakan kronologis seorang Richie yang akhirnya bisa sembuh dari kecanduan heroin dan perilaku seks menyimpangnya. Richie ingin memberi tahu bahwa seorang pecandu tidak bisa sembuh dengan sendirinya. Tapi harus ada banyak orang yang membantu dan mendorongnya agar sembuh.

Cara pandang masyarakat yang salah terhadap para pecandu. Masyarakat yang terlalu mengucilkan mereka dan bukannya membantu. Ya, setelah membaca memoir ini, mataku juga ikut terbuka. Pecandu narkoba memanglah brengsek. Dunia menghakimi mereka atas kesalahan mereka bukannya membantu mereka.

Tapi aku senang dengan akhir ceritanya. Richie akhirnya berhasil sembuh secara fisik dan rohani. Dia menjadi semakin dekat dengan Tuhan dan ikut membantu banyak orang yang terjebak oleh obat – obat terlarang.

Where there is a will, there is a way

 

 

My relationship

Well guys, Tahun ini aku genap 19 tahun.
Sungguh luar biasa menurutku. Sesungguhnya aku merasa sangat bersyukur untuk usia ku yang sekarang ini. Orang sering mengatakan usia 19 tahun masih muda. Tapi orang lain juga sering mengatakan bahwa usia 19 tahun dan kau semakin tua.
Baiklah aku akan jujur tentang apa yang ku rasakan di usia ku sekarang.
Aku merasa bahwa sekarang aku sudah benar-benar tua. Aku tidak begitu mengerti alasan mengapa aku sampai merasa seperti itu. Apakah mungkin karna saat masih sekolah aku memiliki banyak teman dan jalan-jalan kemana saja yang aku inginkan dan sekarang terjadi perubahan yang sangat besar dimana demi mempertahankan hidup aku harus berada diantara para orang-orang tua.
Dan satu lagi pokok masalahnya. I’m single. Yes, i don’t have boyfriend.
Dan yang lebih bermasalah lagi, orang-orang disekitarku tidak percaya bahwa aku ini single. Aku seringkali lelah untuk menjelaskan dan meyakinkan mereka dan terpaksa aku harus mengatakan sejujurnya bahwa sebenarnya aku sudah bertunangan dengan Nam Joo Hyuk  . Setelah aku mengatakan itu mereka justru mengatakan bahwa mereka tidak percaya. Ya, orang-orang lebih percaya bahwa aku ini single ketimbang memercayai bahwa aku sudah bertunangan dengan Nam Joo Hyuk.
Jika ditanya mengapa aku single? Tentu saja aku menjawab “karna aku tidak punya pacar” dan akhirnya mereka menanyakan “kenapa aku tidak punya pacar” lalu aku menjawab “karna tidak ada pria yang datang dan memintaku untuk jadi pacarnya”.
Dengan kata lain, tidak ada yang berminat.
Sama halnya dengan “Kenapa kamu belum menikah?” ya tentu saja karna tidak ada yang melamar.
Sejujurnya aku merasa tidak masalah dengan statusku sekarang. Aku cukup berbahagia karna tidak harus memikirkan banyak hal. Aku sudah cukup stress dengan masalah keluarga, keuangan, pendidikan dan drama korea. Aku tidak akan sanggup lagi jika harus memikirkan hal lain seperti pulsa , bertemu setiap malam minggu ,dan aku sama sekali tidak memiliki tenaga ekstra untuk marah-marah di telpon, menangis karna sakit hati, dituduh atas tindak perselingkuhan, tidak dibolehkan hangout dengan teman-teman ku dan pastinya aku terlalu miskin untuk memenuhi tuntutan menjadi pacar yang cantik karna semua itu membutuhkan uang. 

Aku percaya setiap perempuan dilahirkan cantik. Hanya saja seiring waktu berjalan, udara kering yang panas,  sinar UV, makanan yang terlalu banyak mengandung boraks, pewarna tekstil dan formalin membuat hanoir setengah dari populasi perempuan menjadi terlihat buruk. Dan kurasa aku masuk hitungan.

Definisi cantik yang dikenal pada umumnya adalah bertubuh langsing, berkulit putih, bentuk wajah yang mungil, hidung yang manjung dan rambut panjang. Entah siapa yang pertama kali memperkenalkan definisi cantik ini. Yang jelas itu sangatlah tidak adil. 

Kita dilahirkan dari rahim yang berbeda, DNA yang berbeda, sidik jari yang berbeda, begitu pula dengan ras. Setiap ras memiliki tipikal tubuh,warna kulit dan wajah yang berbeda. Dan jika kecantikan seseorang diukur dari warna kulit, wah sangat tidak adil bukan? Bagaimana dengan orang-orang yang lahir dengan warna kulit gelap? Apakah Mereka otomatis di cap jelek? Ya i know..  This world is getting worse every single day. 

 Kembali ke masalah kejombloanku. Sebenarnya, bukannya aku tidak laku. Menurutku aku lumayan cantik untuk ukuran gadis asia tenggara. Tinggiku cukup ideal, badanku tidak  gemuk atau terlalu kurus, aku lumayan cerdas dan kaum pria tidak akan merasa bosan jika harus mengobrol denganku. Dan rambutku… Lupakan soal rambut. Setelah semua hal yang telah kulakukan terhadap rambutku, aku tidak bisa lagi membanggakannya.

 Aku bukannya memuji diriku,  yang jelas aku sadar aku sama sekali tidak jelek. Aku sangat bersyukur karna papaku menikahi perempuan minahasa yang berkulit putih. Sehingga aku terlahir dengan warna kulit yang tidak begitu gelap. Mengingat warna kulit papaku yang sangat gelap. Aku tidak bisa membayangkan jika papaku menikahi perempuan berkulit gelap. Kurasa aku akan terlahir dengan wujud yang mengerikan dengan nama yang sama persis dengan wujudku. Dan karna rupaku yang aneh,  aku selalu ditindas oleh teman-teman sekolah. Uhh membayangkannya saja sudah membuatku merinding. See?  Untuk sekian banyak masalah hidup, masih ada hal yang membuatku tetap bersyukur. 

Saat sekolah dulu, aku beberapa kali pacaran dan aku terbilang cukup kurang ajar. Dont get me wrong, kurang ajar yang ku maksud adalah,  aku adalah tipe orang yang sangat cepat bosan. Awal-awal pacaran mungkin saat yang luar biasa tapi ketika mencapai minggu ketiga,  yaitu titik jenuhku, aku mulai bosan akan berbagai hal. Aku malas telponan, sms-an dan jangan pernah mengajakku bertemu. Aku sendiri bingung pada diriku. Mungkin minggu ketiga-dihitung dari tanggal jadian-adalah kutukan. Kutukan minggu ketiga. Dan ketika aku mulai bosan, itu berarti akhir dari segalanya.

Ya,  mungkin karna itu aku mendapat karma. Aku seakan terhipnotis terhadap mantan pacarku yang terakhir [yang sampai sekarang membuatku sangat gila terhadap diriku karna aku masih tidak habis pikir mengapa aku sangat menyukai dia saat itu]. Dia sama sekali tidak ganteng, salah satu kelebihannya adalah dia pandai bergurau. That’s it.

Semenjak itu, aku menjadi sangat malas untuk memulai suatu hubungan. Entah sudah berapa banyak laki-laki yang mendekatiku dan aku hanya bersikap dingin. Aku hanya lelah saja. Hubungan itu seperti siklus akuntansi. Perkenalan,  pendekatan, jadian,  awal jadian adalah masa yang indah,  kemudian beberapa masalah kecil kemudian konflik yang lumayan besar, dan jika kau tidak berhasil melewatinya,  hubungan berakhir. Aku menyebutkan lingkaran setan. Karna setiap kali harus memulai hubungan dengan orang yang berbeda, kau akan terjebak dalam labirin sialan itu. Dan aku terlalu lelah untuk menangisi hal-hal sepele.

Dalam suatu hubungan, akan ada pihak yang rasa sayangnya lebih besar. Seperti perbandingan 7:3. Dan jika kau 7, kaulah yang akan paling banyak berkorban dan mengeluarkan air mata. Dan pastinya kau adalah pihak yang paling lemah dalam hal ini.

Dan pada akhirnya, aku lebih nemilih untuk hidup bebas dan mencintai diriku dan orang disekitarku. Masih banyak hal yang harus kuperjuangkan dalam hidup. Pendidikan dan keluarga merupakan prioritas utama. 

Aku sama sekali tidak menutup diri. Aku akan memberi kesempatan untuk Merek yang mau serius dan mau berusaha terhadapku. Aku tidak memiliki waktu yang cukup untuk meladeni mereka yang hanya bisa bicara manis saja. Tapi, sekedar informasi saja, ada 3 jenis pria yang sama sekali tidak kuterima atau bahkan sekedar untuk dipertimbangkan. Satu, beda agama,  dua, perokok dan terakhir, orang batak. 

Aku akan menjelaskan ketiga alasan itu dilain kesempatan. See ya!