My relationship

Well guys, Tahun ini aku genap 19 tahun.
Sungguh luar biasa menurutku. Sesungguhnya aku merasa sangat bersyukur untuk usia ku yang sekarang ini. Orang sering mengatakan usia 19 tahun masih muda. Tapi orang lain juga sering mengatakan bahwa usia 19 tahun dan kau semakin tua.
Baiklah aku akan jujur tentang apa yang ku rasakan di usia ku sekarang.
Aku merasa bahwa sekarang aku sudah benar-benar tua. Aku tidak begitu mengerti alasan mengapa aku sampai merasa seperti itu. Apakah mungkin karna saat masih sekolah aku memiliki banyak teman dan jalan-jalan kemana saja yang aku inginkan dan sekarang terjadi perubahan yang sangat besar dimana demi mempertahankan hidup aku harus berada diantara para orang-orang tua.
Dan satu lagi pokok masalahnya. I’m single. Yes, i don’t have boyfriend.
Dan yang lebih bermasalah lagi, orang-orang disekitarku tidak percaya bahwa aku ini single. Aku seringkali lelah untuk menjelaskan dan meyakinkan mereka dan terpaksa aku harus mengatakan sejujurnya bahwa sebenarnya aku sudah bertunangan dengan Nam Joo Hyuk  . Setelah aku mengatakan itu mereka justru mengatakan bahwa mereka tidak percaya. Ya, orang-orang lebih percaya bahwa aku ini single ketimbang memercayai bahwa aku sudah bertunangan dengan Nam Joo Hyuk.
Jika ditanya mengapa aku single? Tentu saja aku menjawab “karna aku tidak punya pacar” dan akhirnya mereka menanyakan “kenapa aku tidak punya pacar” lalu aku menjawab “karna tidak ada pria yang datang dan memintaku untuk jadi pacarnya”.
Dengan kata lain, tidak ada yang berminat.
Sama halnya dengan “Kenapa kamu belum menikah?” ya tentu saja karna tidak ada yang melamar.
Sejujurnya aku merasa tidak masalah dengan statusku sekarang. Aku cukup berbahagia karna tidak harus memikirkan banyak hal. Aku sudah cukup stress dengan masalah keluarga, keuangan, pendidikan dan drama korea. Aku tidak akan sanggup lagi jika harus memikirkan hal lain seperti pulsa , bertemu setiap malam minggu ,dan aku sama sekali tidak memiliki tenaga ekstra untuk marah-marah di telpon, menangis karna sakit hati, dituduh atas tindak perselingkuhan, tidak dibolehkan hangout dengan teman-teman ku dan pastinya aku terlalu miskin untuk memenuhi tuntutan menjadi pacar yang cantik karna semua itu membutuhkan uang. 

Aku percaya setiap perempuan dilahirkan cantik. Hanya saja seiring waktu berjalan, udara kering yang panas,  sinar UV, makanan yang terlalu banyak mengandung boraks, pewarna tekstil dan formalin membuat hampir setengah dari populasi perempuan menjadi terlihat buruk. Dan kurasa aku masuk hitungan.

Istilah cantik yang dikenal pada umumnya adalah bertubuh langsing, berkulit putih, bentuk wajah yang mungil, hidung yang manjung dan rambut panjang. Entah siapa yang pertama kali memperkenalkan pola pikir cantik ini. Yang jelas itu sangatlah tidak adil. 

Kita dilahirkan dari rahim yang berbeda, DNA yang berbeda, sidik jari yang berbeda, begitu pula dengan ras. Setiap ras memiliki tipikal tubuh,warna kulit dan wajah yang berbeda. Dan jika kecantikan seseorang diukur dari warna kulit, wah sangat tidak adil bukan? Bagaimana dengan orang-orang yang lahir dengan warna kulit gelap? Apakah Mereka otomatis di cap jelek? Ya i know..  This world is getting worse every single day. 

 Kembali ke masalah kejombloanku. Sebenarnya, bukannya aku tidak laku. Menurutku aku lumayan cantik untuk ukuran gadis asia tenggara. Tinggiku cukup ideal, badanku tidak  gemuk atau terlalu kurus, aku lumayan cerdas dan kaum pria tidak akan merasa bosan jika harus mengobrol denganku. Dan rambutku… Lupakan soal rambut. Setelah semua hal yang telah kulakukan terhadap rambutku, aku tidak bisa lagi membanggakannya.

 Aku bukannya memuji diriku,  yang jelas aku sadar aku sama sekali tidak jelek. Aku sangat bersyukur karna papaku menikahi perempuan minahasa yang berkulit putih. Sehingga aku terlahir dengan warna kulit yang tidak begitu gelap. Mengingat warna kulit papaku yang sangat gelap. Aku tidak bisa membayangkan jika papaku menikahi perempuan berkulit gelap. Kurasa aku akan terlahir dengan wujud yang mengerikan dengan nama yang sama persis dengan wujudku. Dan karna rupaku yang aneh,  aku selalu ditindas oleh teman-teman sekolah. Uhh membayangkannya saja sudah membuatku merinding. See?  Untuk sekian banyak masalah hidup, masih ada hal yang membuatku tetap bersyukur. 

Saat sekolah dulu, aku beberapa kali pacaran dan aku terbilang cukup kurang ajar. Dont get me wrong, kurang ajar yang ku maksud adalah,  aku adalah tipe orang yang sangat cepat bosan. Awal-awal pacaran mungkin saat yang luar biasa tapi ketika mencapai minggu ketiga,  yaitu titik jenuhku, aku mulai bosan akan berbagai hal. Aku malas telponan, sms-an dan jangan pernah mengajakku bertemu. Aku sendiri bingung pada diriku. Mungkin minggu ketiga-dihitung dari tanggal jadian-adalah kutukan. Kutukan minggu ketiga. Dan ketika aku mulai bosan, itu berarti akhir dari segalanya.

Ya,  mungkin karna itu aku mendapat karma. Aku seakan terhipnotis terhadap mantan pacarku yang terakhir [yang sampai sekarang membuatku sangat gila terhadap diriku karna aku masih tidak habis pikir mengapa aku sangat menyukai dia saat itu]. Dia sama sekali tidak ganteng, salah satu kelebihannya adalah dia pandai bergurau. That’s it.

Semenjak itu, aku menjadi sangat malas untuk memulai suatu hubungan. Entah sudah berapa banyak laki-laki yang mendekatiku dan aku hanya bersikap dingin. Aku hanya lelah saja. Hubungan itu seperti siklus akuntansi. Perkenalan,  pendekatan, jadian,  awal jadian adalah masa yang indah,  kemudian beberapa masalah kecil kemudian konflik yang lumayan besar, dan jika kau tidak berhasil melewatinya,  hubungan berakhir. Aku menyebutnya lingkaran setan. Karna setiap kali harus memulai hubungan dengan orang yang berbeda, kau akan terjebak dalam labirin sialan itu. Dan aku terlalu lelah untuk menangisi hal-hal sepele.

Dalam suatu hubungan, akan ada pihak yang rasa sayangnya lebih besar. Seperti perbandingan 7:3. Dan jika kau 7, kaulah yang akan paling banyak berkorban dan mengeluarkan air mata. Dan pastinya kau adalah pihak yang paling lemah dalam hal ini.

Dan pada akhirnya, aku lebih nemilih untuk hidup bebas dan mencintai diriku dan orang disekitarku. Masih banyak hal yang harus kuperjuangkan dalam hidup. Pendidikan dan keluarga merupakan prioritas utama. 

Aku sama sekali tidak menutup diri. Aku akan memberi kesempatan untuk mereka yang mau serius dan mau berusaha terhadapku. Aku tidak memiliki waktu yang cukup untuk meladeni mereka yang hanya bisa bicara manis saja. Tapi, sekedar informasi saja, ada 3 jenis pria yang sama sekali tidak kuterima atau bahkan sekedar untuk dipertimbangkan. Satu, beda agama,  dua, perokok dan terakhir, orang batak. 

Aku akan menjelaskan ketiga alasan itu dilain kesempatan. See ya! 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s