Getting Long In The Tooth

Ketika aku masih berusia belasan, aku sangat kagum pada orang yang berusia 20-an. Usia dimana kau telah dewasa dan tidak lagi dianggap bocah ingusan. Usia ketika suaramu lebih diperhatikan dan dihormati. Usia dimana kau bebas berpendapat tanpa disuruh diam. Rentang usia yang benar-benar ku dambakan.

Tahun ini adalah tahun transisi itu. 19 ke 20. Dan apakah pemikiranku masih sama sepertu sebelumnya? Pada dasarnya masih sama tapi ada beberapa hal yang berubah. Lebih tepatnya pola pikir yang lebih berkembang.

20? Itu hanyalah angka. Hari semakin bertambah dan akhir-akhir ini aku kerap bermimpi tentang kematian yang lumayan membuat perasaanku resah. Tapi setiap hari kita semakin dekat dengan kematian.

20-an itu mengagumkan. Kau bergaul dengan orang-orang yang lebih tua darimu. Dengan cara berpikir mereka yang beragam. Dan aku mulai melupakan yang namanya usia adalah tolak ukur suatu kedewasaan. Kau semakin tua tapi bukan berarti kau dewasa secara spiritual.

 Aku menemui banyak orang dengan sikap yang sangat kekanak-kanakkan dan disitulah aku sadar hal itu. 

Sesungguhnya bukan usia yang membuatmu dewasa tapi waktu.

Aku merasa aku cukup dewasa saat ini. Tapi mungkin 5 tahun akan datang jika Tuhan masih mengizinkan aku tetap hidup, mungkin aku akan melihat ke belakanv dengan cara yang berbeda.

Semuanya tentang waktu. Waktu yang menentukan.

Aku berusaha untuk menikmati hari-hari perjuanganku. Berusaha untuk tidak menyia-nyiakannya. Dan semakin tua akan menjadi kenyataan yang baik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s