Less stress 

Menjadi stress adalah hal yang tidak bisa dari kehidupan setiap orang. Apapun alasannya, kau bisa depresi kapan saja. Alasan satu-satunya pemicu stress adalah masalah. Masalah hidup setiap orang sangatlah beragam. Kau bahkan tidak akan bisa membayangkan masalah seperti apa yang sudah ku alami. Apakah aki stress? Ya, aku stress. Kerap kali karna rasanya sudah tidak sanggup lagi, aku kerap ingin mengakhiri diri. Walaupun kenyataannya aku tidak memiliki keberanian untuk itu. Aku terlalu takut akan rasa sakit. Aku berharap ada cara bunuh diri yang tidak menyakitkan.

Walaupun tidak pernah terjadi, keinginan itu terlalu sering bersarang dibenakku. Apalagi disaat-saat yang menurutku sangat berat.

Stress ternyata bukanlah hal yang sepele. Ada seorang ayah yang tega membunuh anaknya karna stress anaknya terlalu sering menangis. Bahkan siswa SMP yang gantung diri akibat stress dengan tekanan dari orang tuanya. 

Stress mengambil bagian terdalam dari dirimu. Ketika kamu yang tidak siap untuk segala masalah, dan masalah itu tiba-tiba menghantam bagaikan gelombang tsunami disiang yang cerah, kau akan terguncang. Ketidak-siapan diri akan menjadi celah sempurna. Masalah itu akan menggerogoti pikiran dan perasaan.

Dampaknya sangat luar biasa. Perubahan perilaku yang membuatmu menjadi sakit-sakitan. Dan berujung pada tindakan yang tidak diinginkan. Aku pernah mendengar ada yang mengatakan, stress adalah sumber dari segala penyakit. Stress membuatmu tidak memiliki hasrat untuk melakukan apapun. Emosi mudah meledak, murung, sedih dan itu sangat mempengaruhi pola hidup. Yang pastinya berakhir pada gangguan kesehatan. 

Tapi, seiring waktu berjalan, banyak hal yang kusadari. Yang membuat diri ini stress bukanlah masalah, melainkan diri sendiri. Masalah adalah pemicu tapi yang mengendalikan semuanya adalah diri kita sendiri. Semua tergantung pada respon diri kita. Kekecewaan terjadi karna dari awal diri kitalah yang terlalu menaruh harapan terlalu tinggi. Mental korban yang selalu merasa diri selalu diintimidasi. Dan membuat diri kita merupakan pusat dari alam semesta (kuharap kau mengerti maksudku) tanpa memikirkan dari sudut yang lainnya. Pola pikir, cara pandang, ketidakmampuan dalam mengendalikan suasana hati dan kurangnya pemahaman situasi yang sangat membantu masalah untuk membuat diri menjadi stress.

Saat terberatku adalah ketika Ibuki mengecewakanku. Kurasa saat itu aku tidak sanggup lagi. Aku dipuncak kekecewaan, kemarahan, kesedihan dan keputusasaan. Dikecewakan oleh orang yang paling dipercaya adalah hal yang berat. Tapi seiring waktu berjalan aku berusaha untuk tidak memusatkan segalanya pada diriku. Aku berusaha memandang ke segala arah. Mencoba mencari alasan yang bisa membuatku mengerti dan mencoba untuk memaafkan.

Aku lebih banyak membaca buku, menonton berita, browsing, kerja, mendengar musik dan memperhatikan sekitar. Dan aku menyadari, bukan hanya aku saja makhluk di bumi ini. Dan pastinya bukan hanya aku yang mengalami banyak masalah.

Ketika dikeramaian, distasiun kereta, halte busway, aku memperhatikan setiap wajah. Setiap ekspresi. Semua terlihat biasa saja. Semua terlihat seperti tidak ada masalah. Mungkin aku juga terlihat sama. Orang tidak akan percaya masalah macam apa yang telah kulewati. Orang tidak akan menebak. Dan aku pun tidak akan tau masalah hidup mereka. Dan pasti. Pasti ada orang diluar sana yang nasibnya lebih tidak beruntung. Yang hidupnya tidak akan bisa kau bayangin. Dan itulah yang menyelamatkanku. dari depresi itu. Aku tidak sendiri.

Aku berusaha mengendalikan emosiku. Untuk tidak terlalu sedih, senang dan berharap. Karna manusia mengecewakan dan Tuhan tidak. Dan aku sadar itu adalah proses pendewasaan. Semakin kau dewasa, kau akan bisa mengendalikan emosimu.

Tapi sekalipun seperti itu, adalah beberapa hal yang tidak bisa kau hindari seperti kehilangan orang yang kau cintai. Tidak akan pernah ada orang yang siap. Mau berapapun usiamu. Tidak ada satupun orang yang siap untuk ditinggalkan.

Lalu apa yang harus dilakukan? Menurutku, satu-satunya cara adalah percaya pada Tuhan. Percaya bahwa segala yang ada dikolong langit itu tidak pernah lepas dari kendaliNya. Dan Dia membuatmu ada disini untuk suatu tujuan. Orang mengatakan itu adalah omong kosong karna kita hanya mensugesti diri kita agar terhibur. Terserah apa kata orang. It depens on you, not them. 
With love, 

Chelsea

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s